Valuasi Sekitar 4 Triliun, Paytren akan Ajukan Izin PAM

TheIndicatorDaily, JAKARTA – Perusahaan lokal di bidang teknologi finansial (fintech), PT Veritra Sentosa International (Treni) atau yang dikenal dengan produknya bernama Paytren, berencana meluncurkan manajemen investasi syariah bernama Paytren Asset Management (PAM). Izin akan diajukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) awal pekan depan.

Komisaris Utama sekaligus pemilik PT Veritra Sentosa International Ustazd Yusuf Mansur mengungkapkan, rencana pengajuan izin ke regulator sempat tertunda karena harus menyelesaikan laporan keuangan dan waktu yang terpotong libur Lebaran. Sebab, kata dia, umur laporan keuangan hanya beijangka 90 hari.

“Karena keburu sibuk Lebaran, kami tunda. Tanggal 10 Juli ini kami resmi serahkan ke OJK. Mohon doa,” ujar Ustadz Yusuf Mansur kepada media, Jumat (7/7/2017).

Ustadz Yusuf Mansur menjelaskan, PAM akan membuka pengelolaan investasi baik dari internal maupun eksternal anggota Paytren. Saat ini, valuasi Paytren sebagai payment gateway ditaksir sekitar Rp 4 triliun.

Per Jumat, terdapat 1,6 juta pengguna baik Android maupun iOS dengan 300 ribu hingga 400 ribu transaksi per hari dengan nilai di kisaran antara Rp 5 miliar hingga Rp 10 miliar. Sedangkan pengguna baru, kata dia, mencapai sekitar 3.000 hingga 5.000 pengguna per harinya.

Ustadz Yusuf Mansur mengungkapkan potensi yang besar tersebut perlu dimanfaatkan dan dikembangkan. “Paytren bukan investasi. Paytren adalah perusahaan payment gateway. Untuk investasi, benderanya PAM,” kata Yusuf.

Keberadaan PAM diharapkan dapat memajukan perekonomian syariah Indonesia. Pihaknya telah mengundang para profesional yang ahli di bidang manajemen investasi syariah untuk menjalankan PAM.

Kehadiran perusahaan ini, menurut dia, akan menjadi milestone di Tanah Air. Sejauh ini, kata dia, belum ada manajer investasi syariah yang resmi. Setelah mengantongi perizinan manajemen investasi Syariah dari OJK, ia berharap dapat memberikan contoh bagi para pelaku usaha di bidang yang sama untuk taat regulasi dan meyakinkan bahwa regulasi ada untuk memudahkan.

“Karenanya, saya lewat Paytren, mendukung penuh. Termasuk segala permodalan yang dibutuhkan. Dengan tetap mengedepankan visi misi keummatan dan kebangsaan,” ujarnya.

Sebelumnya, dia mengatakan, Paytren telah menggelar training of trainer (TOT) pasar modal syariah untuk para mitra Paytren dengan pemateri langsung dari OJK.

TOT tersebut tidak hanya diadakan di Jakarta, tapi juga serentak di beberapa kota lainnya. Para mitra Paytren diberikan pemahaman mengenai pasar modal syariah.

“Jadi, diharapkan begitu Paytren investasi ini lahir, sosialisasinya sudah selesai. Lalu kita tawarkan ke seluruh masyrakat yang ingin berinvestasi baik internal maupun eksternal Paytren, tapi kita utamakan anggota internal Paytren,” katanya.

Dia berharap sampai akhir 2017, PAM bisa menghimpun dana investasi hingga triliunan rupiah. “Bahkan harapan saya kalau ini sudah jadi, saya akan menghadap presiden dan saya katakan pada beliau kalau BUMN butuh dana sama kami saja,” ujarnya.

Komentar Anda?