PM Lee Hsien Loong Rebutan Warisan, Masyarakat Singapura Tegang

TheIndicatorDaily.Com, SINGAPURA – Rebutan Warisan dengan keluarganya, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong menyatakan tidak akan menggugat kedua adiknya yang telah mencemarkan namanya. Alasannya, dia tak ingin lebih jauh menodai nama mendiang ayahnya, Lee Kuan Yew.
Hal tersebut diungkapkan Lee Hsien Loong di depan sidang parlemen, Senin (3/7/2017).

Perseteruan anak-anak Lee Kuan Yew mencuat sejak pertengahan Juni lalu, dipicu oleh pernyataan adik-adik PM Lee di media sosial mengenai warisan rumah Lee Kuan Yew. Dalam unggahan itu, dinyatakan bahwa PM Lee diam-diam menginginkan rumah peninggalan ayah mereka untuk dilestarikan demi kepentingan dirinya.

Lee Hsien Yang dan Lee Wei Ling menuduh kakak mereka, PM Lee, dan ipar mereka, Ho Ching, secara tak layak menguasai benda-benda bersejarah milik mendiang Lee Kuan Yew. Ho Ching tak lain merupakan CEO Tamasek Holding, perusahaan dana investasi pemerintah.

Dalam unggahan yang kemudian menjadi buah bibir warga Singapura tersebut, adik PM Singapura terang-terangan pula menyebut kakak dan ipar mereka menyiapkan anak keduanya untuk berkarier di politik.

Dalam pertikaian keluarga ini, PM Lee sendirian berhadapan dengan dua adiknya. “Dalam keadaan normal yang bisa dibayangkan, sebenarnya saya bisa segera menggugat,” ujarnya.

Namun, menurut dia, menggugat kedua adiknya akan menodai nama ayahnya. Proses hukum dalam kasus ini juga akan menyulitkan warga Singapura. “Oleh karena itu, menggugat di pengadilan bukan pilihan yang saya sukai,” ujar Lee Hsien Loong.

Di parlemen, PM Lee membantah semua tuduhan yang dilancarkan kedua adiknya. Tuduhan tersebut, menurut dia, sama sekali tidak berdasar dan telah menghancurkan reputasi Singapura.

Bahkan, keributan ini, nenurut Lee Hsien Loong, telah nengakibatkan dampak bagi Singapura yang bekerja dipemerintahan. Sebagai anak mediang pemimpin Singapura, dia merasa sedih dengan kemunculan pertikaian keluarganya.

“Sebagai perdana menteri, saya menyampaikan penyesalan yang mendalam atas kejadian ini dan meminta maaf kepada masyarakat Singapura atas kejadian in.’ katanya.

Keluar Singapura
Pertikaian kakak-beradik ini tampaknya belum akan segera berakhir. Bahkan, Lee Isien Yang (60), yang merupakan adik lelaki Lee Hsien Loong (65) menyatakan akan meninggalkan Singapura bersama istrinya, Lee Suet Fern, yang berprofesi pngacara. Pilihan ini dilakukan karena Lee Hsien Yang merasa diawasi dan tak diterima dengan baik.

Rumah yang dipersoalkan keluarga Lee terletak di witeah yang dulu merupakan daerah perkebunan. Berada di Oxley Road, rumah yang memiliki lima kamar tidur itu diperkirakan sekarang bernilai 17,5 juta dollar Singapura (sekitar Rp 234,3 miliar).

Partai Aksi Rakyat (PAP) yng merupakan partai PM Lee menguasai parlemen dengan 83 dri 89 kursi yang ada. Lebih dari 30 anggota parlemen menyampikan pertanyaan tertulis soal prtikaian dalam keluarga Lee.

Pemimpin oposisi Low Th Khiang mengkritik PM Lee krena tidak membawa kasusnya ke pengadilan. Menurut Low, yang berasal dari Partai Buruh, tidak ada alasan untuk memperlakukan masalah ini secara berbeda daripada warga negara lainnya.

Dia juga mengatakan, jika adik-adik PM Lee mempunyi bukti baliwa pemimpin Singapura itu berbohong dan menyalahgunakan kekuasaan, mereki seharusnya membukanya kepada publik, bukannya menciptakan ketegangan di tengah masyarakat.

Komentar Anda?