Panen Turun akibat Serangan Hama

TheIndicatorDaily.Com, JAKARTA – Hasil panen petani di sejumlah sentra padi justru turun akibat serangan hama penyakit.

Badan Pusat Statistik (BPS), dalam siaran pers, Senin (3/7/2017), menyebutkan, berdasarkan 1.124 transaksi penjualan selama Juni 2017, harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani naik 0,97 persen menjadi Rp 4.528 per kilogram (kg) dibandingkan Mei 2017. Sementara gabah kering giling (GKG) naik 0,6 persen menjadi Rp 5.564 per kg dan beras kualitas medium di tingkat penggilingan naik 0,05 persen menjadi Rp 8.794 per kg.

Angka itu lebih tinggi dibandingkan harga acuan yang ditetapkan pemerintah melalui Peraturan Menteri Perdagangan 27/2017 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Penjualan di Konsumen. Sesuai peraturan itu, harga acuan pembelian GKP di tingkat petani Rp 3.700 per kg, GKG Rp 4.600 per kg, dan beras Rp 7.300 per kg Harga rata-rata GKP Juni 2017 juga naik 0,6 persen dibandingkan Juni 2016, sedangkan GKG naik 2,47 persen.

Namun, harga beras kualitas medium turun 1,99 persen, sedangkan beras bermutu rendah pada Juni 2017 turun 2,35 persen dibandingkan rata-rata harga pada Juni 2016.

Selain harga gabah, BPS juga mencatat kenaikan nilai tukar petani (NTP), yakni dari 100,15 pada Mei 2017 menjadi 100,53 pada Juni 2017. Kenaikan itu dipicu kenaikan indeks harga hasil pertanian yang lebih besar dibandingkan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga petani.

Kenaikan NTP Juni 2017 dipengaruhi naiknya NTP sub-sektor tanaman pangan sebesar 0,69 persen, perkebunan rakyat 0,08 persen, peternakan 0,52 persen, perikanan 0,72 persen, dan turunnya NTP subsektor tanaman hortikultura 0,01 persen. Secara nasional, indeks harga yang diterima petani naik dari 128,02 menjadi 128,78, sedangkan indeks harga yang dibayar petani naik dari 127,82 menjadi 128,1.

Hasil anjlok Meski demikian, kenaikan harga tidak berdampak positif bagi sebagian petani. Sejumlah petani di Indramayu, Subang, dan Karawang, Jawa Barat, misalnya, justru merugi karena hasil panen musim tanam anjlok atau turun akibat serangan hama penyakit.

Ketua Kelompok Bumi Tani di Kalensari, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, Masroni mengatakan, harga gabah di tingkat petani relatif tinggi saat panen tiga pekan lalu, yakni Rp 4.500 per kg GKP. Namun, hasil panen anjlok karena serangan wereng batang coklat dan penyakit kerdil hampa.

“Hasil panen dari 1 hektar lahan saya normalnya 7-8 ton GKP, tetapi kemarin hanya menghasilkan 1,2 ton GKP. Padahal, modal mencapai Rp 6 juta,” kata Masroni.

Kondisi yang sama dialami petani lain di Haurgeulis, Kabupaten Indramayu; Binong, Compreng, dan Cipunagara, Kabupaten Subang; Campaka dan Karang Bungursari, Kabupaten Purwakarta; serta Tempuran, Kabupaten Karawang.

Ketua Kelompok Tani Guna Tani sekaligus Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Kabupaten Karawang Ijam Sujana menambahkan, setelah diserang tikus di awal musim, tanaman juga terserang penyakit kerdil rumput. Sebagian terserang wereng batang coklat sehingga produktivitas padi umumnya turun. “Produktivitas cenderung turun tiga bulan ini karena hama dan penyakit,” ujarnya

Komentar Anda?