Nilai Semua Proyek BWSS VI Bermasalah, Amjak Desak KPK dan PUPR Turun Tangan

TheIndicatorDaily.com, JAKARTA – Aliansi Mahasiswa Jambi Anti Korupsi (AMJAK) kembali mendatangi Kementerian PUPR, di Jakarta, hari Senin 21/8/2017.

Dalam kesempatan ini perwakilan AMJAK diterima untuk melakukan audiensi langsung dengan pihak Kementerian PUPR bidang SDA.

AMJAK mendesak pihak Kementerian PUPR untuk menghentikan seluruh proyek irigasi di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, yang dianggap bermasalah.

“Kami mendesak Dirjen SDA untuk memeriksa kembali proyek tersebut, karena sesuai data di lapangan yang kami temui proyek tersebut adalah proyek bodong yang tidak jelas pembangunannya,” ujar Iqbal, koordinator AMJAK.

Tuntutan tersebut sudah direspon oleh pihak Kementerian, dengan melayangkan surat kepada Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI JAMBI untuk meminta keterangan terkait semua proyek yang dinilai bermasalah tersebut.

Mereka meminta mahasiswa untuk menunggu proses tersebut sesuai dengan masa waktu yang di atur dalam undang-undang keterbukaan informasi publik.

Namun mereka memastikan apa yang menjadi tuntutan mahasiswa sudah diproses sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kami akan mengawal proses ini hingga tuntas. Dalam waktu dekat kami akan melakukan aksi demonstrasi di KPK RI, untuk melaporkan dugaan korupsi di BWSS VI JAMBI dalam proyek irigasi bermasalah ini, kami dengan tegas mendesak KPK dan PUPR turun tangan ke Jambi” pungkas Iqbal.

Iqbal juga menjelaskan, saat ini semua proyek yang ada dibawah naungan BWSS VI bermasalah. baik proyek pembangunan irigasi yang ada di Kerinci, Sarolangun hingga Tanjung Jabung.

“Semua proyek yang berada dibawah naungan BWSS VI Provinsi Jambi yang ada di seluruh Kabupaten Kota se Provinsi Jambi bermasalah. semua dibangun asal-asalan, yang penting jadi. boleh kita cek ke lapangan bersama,” tutup Iqbal

Komentar Anda?