Di Negara Ini, Jadi Admin WhatsApp Bisa Dipenjara

TheIndicatorDaily.com, JAKARTA – Admin grup Whatsapp bisa dipenjarakan apabila membiarkan anggotanya mennyebarkan berita hoax (palsu/bohong).

Pemerintah Malaysia telah menyusun Rancangan Undang-Undang untuk mengambil tindakan hukum kepada admin grup Whatsapp yang membiarkan hoax tersebar, termasuk di antaranya informasi yang mengandung fitnah, penghasutan, dan penipuan.

Hal ini bertujuan agar admin grup lebih bertanggung jawab mengontrol anggotanya. Admin grup menjadi penyaring pertama informasi sebelum menyebarkannya ke media sosial. Selain itu, admin grup juga punya kuasa penuh terhadap anggotanya.

“Admin grup akan dipanggil sebagai saksi dan membantu penyelidikan. Soal penindakan, tergantung sejauh mana admin grup berperan. Jika terbukti melakukan pembiaran, dia akan dikenai tindakan,” ujar Menteri Komunikasi dan Multimedia Malaysia Datuk Jailani Johari seperti dilansir bahrain.com, Kamis (27/4/2017).

Selain di Malaysia, India sudah terlebih dahulu melakukannya. Aturan di negara Bollywood tersebut memang mengharuskan seorang admin memiliki identitas yang jelas dan bertanggung jawab

Baru-baru ini pemerintah India Di Distrik Varanasi, Yogeshwar Ram Mishra dan Inspektur Polisi Nitin Tiwari menerapkan Hukuman penjara bagi siapa saja di Grup Whatsapp yang membuat konten sara atau menyinggung orang lain. Imbasnya admin grup tersebut akan terkena Hukuman jika anggota nya melakukan post yang berbau menyinggung.

Seperti dilansir dari Indiatimes, mereka menjelaskan bahwa jika menebar rumor yang tidak benar secara faktual atau informasi yang menyesatkan di Media Sosial bisa dipidanakan karena melanggar Hukum setempat.

Laporan tersebut menambahkan, setiap admin dalam sebuah Grup di sosial media akan bertanggung jawab atas ulah anggotanya yang membuat postingan atau konten tentang sentimen keagamaan. Perintah tersebut menjelaskan, Bahwa kebebasan berekspresi pada media sosial itu penting tetapi kita juga harus bertanggung jawab. (NN)

Komentar Anda?