Intelijen Jerman Siap Urai Krisis Qatar

TheIndicatorDaily.Com, BERLIN – Kementerian Luar Negeri Jerman mengatakan, dinas intelijen negaranya siap membantu membersihkan Qatar dari tuduhan yang disampaikan kubu pimpinan Arab Saudi. Upaya ini terkait tudingan bahwa Qatar mendukung kelompok-kelompok teroris.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Jerman Sigmar Gabriel mengunjungi Arab Saudi, Qatar, dan Kuwait sebagai mediator krisis ini. Kepada radio Deutschlandfunk, Gabriel mengatakan, ada kesepakatan dari Qatar untuk bersikap terbuka kepada dinas intelijen Jerman, “Jika kami memiliki pertanyaan mengenai orang atau struktur.”

Gabriel mengatakan, ia juga tidak melihat adanya ancaman aksi militer dalam krisis ini. Namun, ia mengakui, keempat negara Arab “marah” terhadap reaksi Qatar yang menolak tuntutan mereka. Meski terkesan kasar, kata Gabriel, banyak tuntutan yang tidak lagi disebut-sebut di antara 13 daftar yang diajukan kubu yang dipimpin Saudi, yaitu Mesir, Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA). Di antara tuduhan lainnya, keempat negara tersebut menuduh Qatar mendukung terorisme dan memihak kepada Iran.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengirimkan kepala politik PBB Jeffrwsy Feltman ke Teluk. Ia akan membahas peran PBB untuk membantu penyeselesaian krisis. Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, mengatakan, Feltman akan berupaya untuk bertemu sebanyak mungkin orang-orang yang terlibat dalam krisis.

Dalam pertemuan Qatar dengan kubu Saudi pada Rabu (5/7), keempat negara menilai, respons Qatar terhadap 13 tuntutan mereka negatif. Namun, mereka tampak menahan diri untuk mengatakan penambahan sanksi terhadap Qatar. Sementara, Qatar menyebut keempat negara itu melakukan agresi yang nyata.

“Empat negara menangkap bahwa respons (Qatar-Red) secara keseluruhan negatif dan kehilangan konten. Kami menilai, Qatar tidak memiliki dasar terhadap kebijakannya selama ini,” ujar Menlu Mesir Sameh Shukri, membacakan hasil pertemuan.

“Boikot politik dan ekonomi akan dilanjutkan sampai Qatar mengubah kebijakannya menjadi lebih baik,” ujar Menlu Arab Saudi Adel al-Jubeir.

Para menlu tidak menyebutkan langkah selanjutnya. Mereka hanya menjelaskan akan ada konsultasi lebih lanjut. Pertemuan berikutnya akan digelar di Bahrain, tapi tanggalnya belum dipastikan.

“Kami berharap, kebijaksanaan akan muncul dan Qatar akhirnya akan membuat keputusan benar,” ujar Shukri.

Namun, komentar pedas datang dari Menlu UEA Abdullah bin Zayed al Nafayan. Menurut dia, Qatar hanya berminat terhadap penghancuran, penghasutan, ekstremisme, dan terorisme, dan buka-nya menjalin hubungan baik dengan tetangga.

Tanggapan Qatar masih belum disampaikan secara terbuka. Tapi, Pemerintah Qatar sebelumnya menyebut tuntutan empat negara yang dipimpin Saudi sebagai penghinaan bagi kedaulatan Qatar.

Krisis Qatar menjadi kekhawatiran global karena pihak bertikai masih berkeras dengan sikap masing-masing. Qatar yang dikenal sebagai pengekspor gas alam LNG terbesar di dunia saat ini menjadi pangkalan militer bagi 10 ribu personel militer Amerika Serikat (AS).

AP | REUTERS

Komentar Anda?