Diterima Perwakilan KPK, Mahasiswa Jambi Sampaikan Dugaan Korupsi di BWSS VI

TheIndicatorDaily.com, JAKARTA – Aliansi Mahasiswa Jambi Anti Korupsi (Amjak) menggelar aksi bersama dengan Himpunan Mahasiswa Sarolangun Jakarta Raya (Himsar Jaya) terkait indikasi korupsi di Balai Wilayah Sungai Sumatera VI dalam proyek pembangunan saluran irigasi Limun-Singkut, didepan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, Senin 7/8/2017.

Dalam tuntutannya, Amjak dan Himsar mendesak KPK untuk memeriksa Kepala Balai Sungai Sumatera VI atas dugaan indikasi korupsi pembangunan saluran irigasi di kecamatan Limun dan Singkut, Kabupaten Sarolangun.

Menurut Octa selaku koordinator aksi, dugaan korupsi tersebut sangat kuat dilakukan oleh pihak balai dan kontraktor, hal tersebut bisa dibuktikan dari hasil pekerjaan kontraktor yang tidak sesuai dengan anggaran yang di keluarkan.

“Dugaan korupsinya kuat, anggaran 2 tahap mencapai ratusan miliar namun hasilnya menyedihkan. Ini jauh dari RAB yang dibuat,” ujar Octa di depan Gedung KPK.

Octa menambahkan, di daerah korupsi yang seperti ini sering terjadi, namun pihak KPK tidak maksimal bekerja di daerah sehingga para kontraktor ataupun instansi terkait cenderung santai bahkan tenang dalam melakukan tindak pidana korupsi.

“Yang seperti ini di daerah menjamur, dana besar bangunan sekedarnya saja. Karena KPK nya gak sampe daerah. Makanya kami datang kesini mau ajak KPK periksa perkara ini, sebab ada dugaan ratusan miliar uang negara yang hilang,” tambahnya.

AMJAKdan Himsar Jaya mendesak KPK untuk mengusut tuntas dugaan korupsi ini.

“Kami datang untuk mendesak KPK turun ke Jambi, karena banyak sekali uang negara yang di maling, rencana anggaran proyek irigasi puluhan miliar Rupiah, namun hasil bangunan tersebut anda bisa lihat sendiri, kami punya bukti fotonya yang tidak sesuai dengan RAB, ini jelas tindak korupsi,” pungkasnya.

Dalam aksi itu, sekelompok mahasiswa asal Jambi tersebut ditemui oleh perwakilan Humas KPK di depan Gedung KPK dan berdialog singkat terkait pelaporan dugaan korupsi proyek irigasi tersebut.

“Kita terima setiap laporan masyarakat baik individu maupun kelompok terkait perkara korupsi, kita ada ruang pengaduan masyarakat didalam (Gedung KPK), kita akan dalami laporan (dugaan korupsi) ini. Selanjutnya jika teman-teman ada data lengkap silahkan laporkan kembali kepada kami, kami terbuka bagi masyarakat,” ujar Perwakilan Biro Humas KPK.

Komentar Anda?