Diktator Mesir Tangkap Putri Yusuf al-Qaradawi

TheIndicatorDaily.Com, KAIRO – Aparat keamanan Mesir menangkap putri dan menantu pemimpin spiritual kelompok Al-lkhwan AI-Muslimun, Yusuf al-Qaradawi, yang saat ini tinggal di Qatar.

“Ola al-Qaradawi dan suaminya, Hussam el-Din Khalaf, seharusnya dibebaskan setelah ditahan selama 15 hari, tapi penahanan mereka diperpanjang,” demikian Al Jazeera menuliskan, kemarin.

Keduanya ditahan di kawasan wisata Laut Mediterania, Sahel al-Samali, pada 23 Juni lalu dengan tuduhan menjadi anggota organisasi teroris. Mesir memasukkan Al-lkhwan Al-Muslimun atau Persaudaraan Muslim dalam daftar teroris setelah presiden terpilih mereka, Mohammad Mursi, terguling pada 2013. Ribuan anggota Al-lkhwan tewas atau ditangkap sejak itu.

Yusuf al-Qaradawi sendiri divonis hukuman mati dalam sidang in absensia. Dia pun ada dalam daftar sanksi Mesir, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain. Kelima negara itu memblokade dan memutuskan hubungan dengan Qatar, negeri yang menjadi tempat pelarian Al-Qaradawi. Negara-negara sekutu Saudi itu menuduh 59 individu dan 12 lembaga di Qatar terkait dengan teror. Tuduhan itu dibantah Doha.

Menurut kantor berita Al Arabiya, Ola berkewarganegaraan ganda, yakni Qatar dan Mesir. Dia bekerja di Kedutaan Besar Qatar di Kairo selama bertahun-tahun. Al-Qaradawi punya tujuh anak, empat perempuan dan tiga laki-laki. Semuanya rata-rata dosen atau akademisi serta lulusan universitas ternama di Inggris dan Amerika Serikat. Hanya satu, putra bungsunya, yang menimba ilmu syariah di Qatar.

Elham al-Qaradawi adalah dosen fisika nuklir di Universitas Qatar. Seham al-Qaradawi kini menjadi dosen ilmu kimia setelah mengantongi dua gelar master di Inggris. Putri lainnya, Ula, berkuliah di University of Texas, Austin, Amerika Serikat; dan putri bungsunya, Asmaa, di University of Nottingham.

Al-Qaradawi dikenal sebagai tokoh Al-lkhwan. Didirikan di Mesir, kelompok tersebut merupakan grup Islam tertua di dunia Arab. Pada 2012, kelompok itu mendukung Mohamad Mursi, presiden pertama Mesir yang terpilih secara demokratis. Namun pemerintahan Mursi tidak berlangsung lama. Pasca kudeta militer, Al-lkhwan dinyatakan sebagai kelompok terlarang di Mesir.

Ratusan orang tewas dalam bentrokan aparat keamana ndengan pendukung Al-lkhwan. Belasan ribu lainnya dipenjara. Mursi dan tokoh-tokoh Al-lkhwan lainnya dijebloskan ke penjara dan dijatuhi hukuman, dari seumur hidup hingga hukuman mati.

AL JAZEERA | AL ARABIYA | BBC |

Komentar Anda?