Deddy Mizwar Ajak Ulama Kawal Pilkada Jawa Barat

TheIndicatorDaily, BANDUNG – Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengajak kalangan ulama ikut mengawal dan menjaga situasi Jawa Barat tetap kondusif saat Pilgub Jabar 2018. Panasnya iklim demokrasi Pilgub DKI beberapa waktu lalu jadi pelajaran berharga agar tak terulang di Jabar.

Pernyataan tersebut disampaikan Deddy saat hadir dalam silaturahmi Persatuan Umat Islam (PUI) di Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, kemarin (13/7/2017).

“Seiring agenda pilkada serentak di Jabar tahun depan, saya berharap para ulama dan komponen PUI bersama mengambil peran pengawasan partisipasi masyarakat dan menciptakan kesejukan,” kata Demiz, sapaan akrab Deddy Mizwar.

Dituturkan, pilkada serentak di Jabar tahun depan dipastikan akan berlangsung ramai. Pasalnya, ada sekitar 6 kota dan 10 kabupaten termasuk provinsi akan menggelar hajat demokrasi lima tahunan itu.

Menurut Demiz, momen pilkada serentak itu bisa menjadi tolak ukur nasional apabila berlangsung aman dan kondusif. Sehingga, sambung dia, peran serta masyarakat khususnya umat Islam sangat dibutuhkan. “Jadi diharapkan menjadi cermin Indonesia, umat Islam bisa melakukan demokrasi beradab. Sehingga kerukunan umat beragama dan bangsa tetap terjaga baik,” tutur dia.

Aktor senior ini menyebut, panasnya iklim demokrasi Pilgub DKI beberapa waktu lalu menjadi pelajaran berharga bagi banyak pihak. Tertutama mengutamakan budaya santun.

“Dalam setiap kesempatan ceramah bisa diselipkan pesan-pesan budaya santun itu, yang paling jelas itu saat beberapa aksi bela Islam, betapa kondusifnya umat Islam saat itu,” aku Deddy.

Sebelumnya, Kepala Badan Intelegen Negara (BIN) Jabar Brigjen TNI Danny Gautama menilai, kondisi sosial politik jelang Pilgub Jabar 2018 cukup aman dan kondusif. “Di sisi ideologi walapun ada beberapa kejadian namun masih dalam batas-batas normal,” ujarnya.

Panasnya iklim demokrasi Pilgub DKI beberapa waktu lalu jadi pelajaran berharga agar tak terulang di Jabar. Danny menilai, peran politik masyarakat Jabar juga cukup bagus.

“Bagus dalam artian masyarakat berpolitik dengan dewasa, bisa membedakan mana kewajiban, mana hak, mana yang boleh dilakukan masyarakat dan mana tidak boleh,” imbuhnya.

Danny berharap, situasi kondisi ini bisa mendukung Pilgub 2018. Tetapi itu juga tidak terlepas dari situasi ekonomi menjelang bulan Ramadhan dimana barang-barang pada naik.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan operasi pasar oleh pemerintah saat ini, bisa segera menstabilkan harga. Apalagi kami memiliki komitmen agar Pilkada Gubernur jawa Barat seluruh kabupaten kota kondusif,” sebutnya.

Komentar Anda?