APBN Defisit, Biaya Plesir Keluarga Jokowi Disoal

TheIndicatorDaily.Com, JAKARTA – Ajak anak, mantu, dan cucu Kunjungan Kerja (Kunker), Jokowi dikecam. Sekjen Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Apung Widadi mendorong Presiden Joko Widodo atau pihak Istana Kepresidenan transparan soal keluarga Jokowi yang ikut kunjungan kerja (Kunker) ke Turki dan Jerman.

“Menurut saya, memang Presiden atau stafnya harus jelaskan biaya perjalanan mereka,” kata Apung Widadi, Sabtu (8/7/2017).

“Pakai pribadi atau ditanggung negara. Kalau ditanggung negara berapa, aturannya bagaimana. Selama ini kan enggak jelas transparansinya,” kata dia.

Jokowi memboyong seluruh keluarga besarnya ikut kunjungan kerja ke Turki dan Jerman. Tak hanya Ibu Negara Iriana, Jokowi juga membawa ketiga anaknya, yakni Gibran Rakabuming, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangarep.

Menantu Jokowi, istri dari Gibran, Selvi Ananda, juga ikut dalam rombongan. Begitu juga anak dari Gibran dan Selvi, Jan Ethes, yang baru berusia satu tahun empat bulan.

Selain soal anggaran, menurut Apung, harus dijelaskan juga mengenai kegiatan keluarga Jokowi selama disana.

Sebab, biasanya hanya Ibu Negara yang mendampingi kegiatan kerja Presiden di luar negeri, bukan seluruh anggota keluarga.

“Kalau Pak Jokowi sendiri kunjungan kerja, lantas keluarganya liburan atau bagaimana? Pelesiran di saat Bapak Jokowi kerja dinas, tapi kalau pelesiran pakai uang rakyat, ini yang menyakitkan di tengah APBN yang defisit,” ucap Apung.

“Ini bertolak belakang dengan citra Jokowi yang sederhana kemarin. Pencitraan Jokowi tepatnya,” tandasnya.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menilai Jokowi tidak memberikan contoh yang baik kepada rakyat. Padahal, selama ini rakyat diminta mengencangkan ikat pinggang dengan pencabutan subsidi bahan bakar minyak hingga listrik.

“Masyarakat semakin sulit, biaya hidup makin tinggi, cuma ikat pinggang enggak berlaku bagi pejabat negara. Jadi hanya berlaku bagi rakyat kecil,” ucap dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Sementara itu, politisi Partai Demokrat Rachland Nashidik menyindir Jokowi lewat akun Twitter-nya. Ia.mengaitkan kunjungan Jokowi dan keluarga ke Jerman dengan kunjungan beberapa hari sebelumnya, ke Kebun Binatang Ragunan.

“Pak Jokowi punya cara unik mendidik keluarga. Kemarin ke Ragunan nonton gorila. Kini boyong anak menantu cucu pelesir dibiayai negara,” tulis Rachlan di akun Twitter-nya, @ranabaja.

“Kenapa Lebaran bawa keluarga ke Ragunan, Jokowi menjawab: ‘tiketnya murah! Kalau bawa keluarga pelesir dengan biaya negara? Tiketnya gratis,” sindir Rachland.

Pihak Istana Kepresidenan enggan berkomentar menanggapi kritik yang berdatangan ke Jokowi.

Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi mengaku tidak bisa berkomentar karena tidak ikut dalam kunjungan ke Turki dan Jerman itu. “Aku enggak ikut ke Jerman, tanya Pak Pratikno (Menteri Sekretaris Negara, red) saja,” kata Johan.

Jawaban serupa disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. Ia tidak mau angkat bicara karena tidak ikut dalam rombongan yang berangkat. “Katanya akan direspons oleh tim yang dampingi di sana,” ucap Teten.

Jokowi dan rombongan keluarga besar berangkat ke Turki dengan pesawat Kepresidenan Indonesia-1 pada Rabu (5/7/2017), pukul 07.20 WIB dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta.

Di Turki, Jokowi ke Turki untuk membalas kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang berkunjung ke Indonesia pada 2015 lalu. Jokowi juga bertemu dengan para pengusaha dan WNI di sana.

Dari Turki, Jokowi dan rombongan langsung terbang ke Jerman dan tiba di Bandar Udara (Bandara) Internasional Helmut-Schmidt Hamburg, Kamis (6/7/2017) malam waktu setempat.

Di Jerman, Jokowi akan mengikuti pertemuan negara-negara G-20. Selain keluarga, para pejabat terkait juga ikut dalam rombongan. Rombongan Presiden Jokowi direncanakan baru akan tiba di Tanah Air pada Minggu (9/7) hari ini.

Komentar Anda?